Baru Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo Langsung Pimpin Rapat Bahas Isu Strategis Nasional
Info Negara- Setibanya kembali di tanah air usai kunjungan kerja ke Republik Arab Mesir, Presiden Prabowo Subianto langsung tancap gas memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri kabinet. Rapat digelar di Ruang Tunggu VIP Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (14/10/2025), hanya beberapa jam setelah pesawat kepresidenan mendarat.
Agenda tersebut membahas berbagai isu strategis nasional, mulai dari sektor olahraga, investasi, lingkungan hidup, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang memberikan keterangan usai rapat mengatakan, Presiden Prabowo ingin memastikan seluruh sektor pemerintahan tetap berjalan optimal meski dirinya baru kembali dari luar negeri.
“Bapak Presiden langsung memimpin rapat begitu tiba di tanah air. Beliau menerima laporan dari sejumlah menteri mengenai perkembangan terkini beberapa isu penting yang menjadi perhatian publik,” ujar Mensesneg.

Baca Juga : Tanggal 14 Oktober Diperingati Apa? Ini 3 Momen Penting Dunia yang Layak Kamu Ketahui
Bahas Kegagalan Timnas dan Rencana Kebangkitan Sepak Bola Nasional
Salah satu laporan pertama datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang menyampaikan hasil kualifikasi Piala Dunia 2026 serta meminta maaf karena Tim Nasional Indonesia belum berhasil lolos.
Menurut Prasetyo Hadi, Presiden memahami kekecewaan publik namun meminta agar seluruh pihak tetap optimistis dan menjadikan pengalaman ini sebagai momentum kebangkitan sepak bola nasional.
“Bapak Presiden tentu merasa berat hati. Namun beliau menekankan bahwa perjalanan belum berakhir. Masih ada dua event besar yang menanti: Piala Asia 2027 dan Olimpiade 2028. Presiden meminta agar pembinaan atlet dan peningkatan kualitas kompetisi dalam negeri segera diperkuat,” jelasnya.
Fokus pada Investasi dan Program Hilirisasi Nasional
Selain bidang olahraga, rapat juga menyoroti capaian sektor investasi dan hilirisasi yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melaporkan bahwa realisasi investasi nasional terus menunjukkan tren positif, termasuk perkembangan terbaru dari program patriot bond serta proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi (waste to energy) yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota.
“Bapak Rosan melaporkan bahwa proyek pengelolaan sampah ini menargetkan wilayah dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari. Sebanyak 10 lokasi pertama sudah siap dibangun, termasuk Bantar Gebang,” tutur Mensesneg.
Presiden juga mengapresiasi inovasi pembiayaan proyek melalui kerja sama dengan Danantara, yang dinilai mampu mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Dengan dukungan Danantara, kita menemukan skema pendanaan baru untuk mempercepat penanganan masalah sampah nasional secara tuntas dan modern,” tambahnya.
Presiden Ingin SDM Indonesia Siap Menyongsong Era Hilirisasi
Dari sisi pengembangan SDM, Presiden Prabowo juga mendengarkan paparan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Dalam laporannya, Brian menjabarkan strategi peningkatan kualitas SDM Indonesia berbasis pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) guna mendukung agenda besar hilirisasi dan kemandirian teknologi nasional.
“Presiden menugaskan Menteri Diktisaintek untuk mempercepat pembentukan SDM unggul yang siap mengawaki sektor-sektor strategis seperti perkebunan, kelautan, dan industri hilir. Beliau menegaskan bahwa pembangunan manusia menjadi pondasi utama keberhasilan program hilirisasi,” kata Mensesneg.
Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah untuk Kerja Nyata
Di akhir rapat, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang responsif, cepat, dan fokus pada hasil nyata di lapangan.
Meski baru kembali dari lawatan luar negeri, ia memilih langsung bekerja dan menggelar rapat sebagai bentuk keteladanan bagi seluruh jajaran kabinet.
“Bapak Presiden ingin menegaskan bahwa tidak ada waktu yang boleh terbuang. Pemerintah harus selalu siap siaga, bekerja untuk rakyat kapan pun dan di mana pun,” tutup Mensesneg.
Rapat terbatas itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto berfokus pada keberlanjutan program strategis nasional — mulai dari pembangunan ekonomi hijau, peningkatan investasi, hingga penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia yang mandiri, maju, dan berdaulat.
















