Presiden Prabowo Pimpin Khidmat Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka
Info Negara- Suasana sore di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (17/8/2025), berubah penuh keheningan dan rasa haru. Di bawah langit senja yang perlahan meredup, Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih digelar sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan balutan seragam kebesaran, Presiden Prabowo Subianto tampil tegap dan penuh wibawa. Sebagai inspektur upacara, Kepala Negara memimpin langsung prosesi sakral yang setiap tahunnya menjadi simbol penghormatan bangsa kepada Sang Merah Putih. Kehadiran beliau menambah aura khidmat, sekaligus mempertegas betapa pentingnya momen ini dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Baca Juga : Karnaval Bersatu di Monas, 32 Kendaraan Hias Pamerkan Capaian Pembangunan RI
Komandan Upacara dengan Suara Tegas
Bertindak sebagai komandan upacara adalah Kolonel Pnb Sunar Adi Wibowo, yang kini menjabat sebagai Kadispers Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Dengan suara lantang dan penuh ketegasan, ia memandu jalannya prosesi, memastikan setiap detik berlangsung dengan disiplin dan penuh penghormatan.
Suara hentakan sepatu dan komando lantang bergema di halaman istana, seolah menyatukan semangat seluruh rakyat Indonesia yang sedang merayakan kemerdekaan.
Tiga Putra-Putri Terbaik Nusantara
Momen penurunan bendera dipercayakan kepada tiga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari Tim Indonesia Bersatu. Mereka adalah putra-putri terbaik bangsa yang terpilih melalui proses seleksi ketat, membawa misi mulia: menjaga kehormatan Sang Merah Putih.
-
I Kadek Mentor Sad Ananta Wicaksana dari Bali bertugas sebagai Komandan Kelompok 8.
-
Muhammad Ghaalib Al Ghifari, pelajar SMA Kebangsaan asal Lampung, menjadi pembentang bendera.
-
Hilton Pratama Mantong dari Sulawesi Barat, siswa SMA Negeri 1 Mamuju, mendapat kehormatan sebagai pengerek bendera.
Dengan gerakan tegap dan penuh konsentrasi, ketiganya menurunkan bendera dari tiang utama. Suasana hening sesaat ketika Merah Putih perlahan turun, sebelum akhirnya tepuk tangan meriah memecah keharuan.
Penyerahan Bendera Kepada Presiden
Setelah diturunkan, Sang Merah Putih diserahkan terlebih dahulu kepada Aliah Sakira, pembawa bendera asal Sulawesi Selatan. Dengan penuh kehormatan, ia kemudian menyerahkannya kepada Presiden Prabowo selaku inspektur upacara.
Presiden Prabowo Sampaikan Apresiasi
Sebelum meninggalkan mimbar kehormatan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tulusnya kepada seluruh peserta upacara, baik pagi maupun sore, yang telah menjalankan tugas dengan penuh kedisiplinan dan semangat kebangsaan.
“Saya ingin mengucapkan penghargaan saya, terima kasih saya kepada seluruh peserta upacara dari pagi sampai sore hari ini. Saudara-saudara laksanakan upacara dengan tertib, dengan semangat. Saya bangga dengan kalian semua. Terima kasih,” ujar Presiden dengan suara tegas namun penuh kehangatan.
Simbol Persatuan dan Harapan ke Depan
Upacara penurunan bendera di Istana Merdeka bukan sekadar rangkaian seremoni, melainkan simbol persatuan seluruh rakyat Indonesia. Tugas generasi penerus adalah menjaga kemerdekaan, memperkuat persatuan, dan terus melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Sore itu, langit Jakarta menjadi saksi bahwa di balik setiap gerakan tegap Paskibraka, setiap lantunan musik pengiring, dan setiap tepuk tangan yang bergema, tersimpan semangat yang sama: cinta tak tergoyahkan kepada Sang Merah Putih dan tanah air tercinta.
















